Hari YaNg IndaH baGi ReNdy

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Hari YaNg IndaH baGi ReNdy

Post by ibLizDth_meNcaRi_suRga on Sat Jan 12, 2008 5:35 pm

Rendy merupakan sebuah nama yang sering
dipakai oleh masyarakat kalangan menengah ke atas. Namun rendy disini
di berikan seorang ayah yang kerjanya hanya memulung kepada anak
laki-lakinya yang juga merupakan anak tunggal. Dengan segala
keterbatasan orang tua Rendy mencoba menghidupi dan mendidiknya dengan
sekuat tenaga. Mereka pun berhasil menyekolahkan Rendydi sebuah SD,
namun na`as Rendy harus puas menikmati bangku sekolah hanya sampai
kelas lima SD.
Rendy merupakan anak yang cukup cerdas dan mudah bergaul. Berhubung dia
mempunyai gubuk di dekat perumahan orang yang ternama, maka temannya
pun merupakan anak orang kaya. Walau saat ini dia sudah tiga bulan lalu
tidak sekolah, namun dia masih bersahabat dengan dua anak pengusaha,
yang satu bernama Dion dan yang satu lagi Rama. Setiap sore mereka
selalu bermain bersama di taman dekat perumahan itu.
Suatu sore ketika mereka sedang asyik bermain, tiba-tiba.
‘eh ram, yon, liat nie’ kata Rendy sambil mengambil uang yang dia temukan ’asyik .. gue nemu duit’
‘wa .. seratus ribu lagi, gede amat’ ucap Rama kagum
‘eh, ren umpetin cepetan entar ada yang liat’ ucap dion takut ada orang yang melihat
‘iya iya’ lalu Rendy memasukan duit itu ke sakunya. Setelah itu mereka bertiga duduk di bangku taman.
‘ren, itu duit enaknya kita apain nie’ ucap Rama membuka pembicaraan
‘mendingan sekarang kita pergi dulu dari sini takutnya yang punya
duitnya balik kesini’ ucap Rendy dengan rasa takut yang cukup dalam,
karna baru hari itu dia pertama memegang duit yang cukup besar.
Akhirnya mereka pergi dari taman tanpa tahu ingin kemana dengan uang itu.
‘kalo gitu gimana kalo kita makan mie ayam dulu’ ajak Rendy ‘gue laper nih’
‘ayo .. gue juga udah laper nie’ balas Rama
‘iya gue juga’ sambung dion
akhirnya dengan wajah yang cukup berseri-seri mereka masuk dan makan
mie ayam, saat itu sudah tidak ada rasa takut lagi menghinggapi mereka.
Setelah puas dengan agak gugup mereka membayar dengan uang seratus ribu
tadi, mereka takut ditanyakan yang macam-macam tentang asal-usul uang
tersebut. Namun kekhawatiran mereka berakhir dengan senyum, karena tak
ada curiga dari penjual tersebut. Mereka pun melanjutkan perjalanannya.
‘wa .. kembalinya masih banyak’ ucap Rendy senang karna melihat duit lima puluh ribuan.
‘iya, kita kemana lagi nie?’ kata dion binggung
‘kemana aja asal jangan balik ke taman bahaya’ sahut Rama sinis
‘ya udah mendingan kita jalan-jalan aja sambil makan-makan’ ajak Rendy ‘gimana, mumpung masih banyak duitnya nie’
‘ayo’ balas mereka berdua.
Mereka berjalan tanpa arah dan tujuan, dan bagai seorang yang banyak
duit mereka berjalan sambil menikmati makanan ditangan mereka dan
sambil mengantongi beberapa makanan lain. Sesekali mereka duduk di
tempat-tempat yang sepi dari orang lain, sambil bersenda gurau.
‘eh Ren, duitnya masih banyak gak’ Tanya Rama penasaran
‘masih nie’ balas Rendy sambil mengeluarkan uang dari sakunya
‘ya udah, mendingan sisanya kita simpen aja dulu buat besok’ dion memberikan saran ‘biar besok kita masih bisa makan-makan lagi’
‘iya’ balas Rama setuju
‘duh, jangan dech’ sahut Rendy ‘ntar kalo disimpen, takutnya ketahuan
sama orang trus kita bisa disangka maling. Kita bisa masuk penjara
lagi’ ucap Rendy polos
‘waduh, gawat kalo begitu’ kata Dion ketakutan
‘ya udah, sekarang kita jajanin lagi aja’ ajak Rama
akhirnya dengan tanpa ada rasa bersalah mereka kembali mencoba
menghabiskan sisa uang tersebut. Terlebih Rendy, dia membeli semua
makanan yang selama ini ingin dia nikmati. Dari kue sampai es krim, dia
membeli tanpa rasa ragu dan takut. Harga yang mahal pun tak jadi
masalah.
‘duh, kenyang banget nie’ ucap Dion sambil duduk bersandar
‘iya perut gue juga udah gak muat lagi nie’ sahut Rama
‘iya sama’ balas Rendy
‘eh Ram, udah sore nie pulang yuk?’ ajak Dion
‘o iya, ntar gue dicariin nie’ sahut Rama
‘tapi gimana nie sama duitnya, masih banyak’ ucap Rendy binggung
‘ya udah lo simpen aja’ sahut Dion ‘buat besok kita jajan lagi’
‘kalo gue gak berani ah nyimpen duit banyak gini’ kata Rendy ‘gue takut
ketauan sama bapa gue. Lo aja nie yon, biar aman’ sambil menyerahkan
uangnya kepada dion
‘gak ah, gue juga takut ketauan sama mama gue’ balas Dion menolak
‘kalo gitu elo aja yang nyimpen duitnya Ram’ sambil kembali menyodorkan uangnya kepada Rama
‘gak ah, gue juga takut ketauan’ tolak Rama
‘trus gimana?’ Tanya Rendy binggung
‘ya udah deh, lo aja yang ngabisin tuh duit sampe abis’ pendapat Rama
‘iya, lo jajan apa`ke biar abis’ sahut Dion ‘lo makan lagi aja. Kalo gue udah nyerah deh, gak kuat lagi gue makan’
‘iya gue juga’ sambung Rama
‘ya udah gue balik ya’ ucap Dion
‘iya gue juga’ sambung Rama lagi
‘ya udah deh, gue abisin sendiri nie duit’ sahut Rendy dengan senyum kecil
‘dah....’ ucap Rama dan Dion
‘dah ..’ balas Rendy
setelah mereka berdua pergi, Rendy kembali duduk dan bersandar sambil
memikirkan cara menghabiskan uang ini disamping dia masih dengan perut
yang kenyang. Dia sempat berpikir untuk membelikan nasi kepada orang
tuanya, namun dia takut ditanya dan akhirnya ketauan. Beribu ketakutan
menghampirinya, namun dengan semangat yang tinggi dia kembali melangkah
menuju warung untuk membeli makanan. Kali ini dia membeli makanan
seperti ingin mengadakan pesta, dengan begitu uang yang tersisa di
kantongnya tinggal cukup membeli semangkuk mie ayam yang tadi. Sambil
tertawa sendiri di sebuah tempat yang aman, dia asyik menikmati makanan
yang dibelinya tadi. Tanpa terasa semua makanan telah abis. Dia pun
merebahkan dirinya di sebuah bangku sambil menatap ke langit yang saat
itu sudah mulai gelap. Dengan senyum yang begitu bahagia dia merasakan
seperti berada di suatu tempat yang begitu indah. Disini lah dia
menemukan hari yang paling indah di hidupnya. Dan sampai pukul setengah
delapan, ia kembali datang ke tempat mie ayam tadi dan makan. Selesai
makan dia pulang ke gubuknya yang jelek tanpa ada rasa bersalah sedikit
pun yang tersirat di pikirannya.
‘dari mana kau Ren, kok jam segini baru pulang?’ Tanya ibunya ‘nie makan’ sambil memberikan nasi dengan sebuah ikan asin’
‘gak bu, Rendy udah makan tadi’ balas Rendy tersenyum ‘tadi di bayarin makan sama temen-temen’
lalu Rendy pun merebahkan dirinya keatas bekas kardus tempatnya
bermimpi setiap malam. Dan ia tertidur dengan lelap sambil tersenyum.

ibLizDth_meNcaRi_suRga
Newbie
Newbie

Jumlah posting : 27
Registration date : 06.11.07

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Nice!

Post by anggaflash-sudjarot on Thu Jan 17, 2008 2:02 pm

nahna Jadi inget temen yang namanya rendi. Bruahahah ...

anggaflash-sudjarot
Contributor
Contributor

Male
Jumlah posting : 529
Location : Unknown
Registration date : 21.10.07

Lihat profil user http://anaknakal.top-forum.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hari YaNg IndaH baGi ReNdy

Post by CATie_zainuri on Fri May 23, 2008 1:39 pm

setelah baca ampe pertengahan tadi aku pikir endingnya bakalan sedih...
soalnya Rendy lebih milih uangnya buat di jajan daripada di simpan.yah..paling nggak bisa ngasih pelajaran bagi pembaca.tapi seru koq.jalan ceritanya itu bikin orang penasaran, jadi pembaca nggak langsung bisa nebak...

CATie_zainuri
ActiveUser
ActiveUser

Female
Jumlah posting : 151
Age : 27
Location : JuCy...
Registration date : 23.05.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hari YaNg IndaH baGi ReNdy

Post by CATie_zainuri on Fri May 23, 2008 1:44 pm

setelah baca ampe pertengahan tadi aku pikir endingnya bakalan sedih...
soalnya Rendy lebih milih uangnya buat di jajan daripada di simpan.yah..paling nggak bisa ngasih pelajaran bagi pembaca.tapi seru koq.jalan ceritanya itu bikin orang penasaran, jadi pembaca nggak langsung bisa nebak...

CATie_zainuri
ActiveUser
ActiveUser

Female
Jumlah posting : 151
Age : 27
Location : JuCy...
Registration date : 23.05.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hari YaNg IndaH baGi ReNdy

Post by Sponsored content Today at 7:29 pm


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik